Nama: Rizky Dinar Kusumadewi
NIM: 1201160245
Kelas: TI-40-10
Fakultas: Fakultas Rekayasa Industri
Mata Kuliah: Ekologi Industri yang diampu oleh Abdul
Malik Firdaus, S.Kel.,M.I.L
EKOLOGI INDUSTRI
PRODUK BERBASIS ECODESIGN
Ecodesign adalah pendekatan design produk suatu benda
dengan memperhatikan dampak menyeluruh terhadap lingkungan selama daur hidup
benda tersebut sehingga penggunaannya bisa berkelanjutan.
Konsep EcoDesign
saat ini memiliki pengaruh yang besar dari banyak aspek, dari desain, damoaj
dari pemanasan global dan peningkatan emisi CO2 yang menyebabkan
perusahaan-perusahaan maupun perorangan menjadi lebih sadar lingkungan. EcoDesign ini menggunakan bahan-bahan
seperti EcoMaterials.
EcoMaterials adalah penggunaan bahan baku local dan mengurangi
biaya lingkungan dari pengiriman, konsumsi bahan bakar dan emisi CO2
yang dihasilkan transportasi. EcoMaterials
ini dapat menggunakan pula limbah atau suatu bahan yang telah dibuang atau
tidak digunakan lagi tetapi tidak berbahaya.
Seperti contoh:
1 1. Lampu Kawat
Terkadang di saat kita ingin tidur, kita
menginginkan cahaya yang minim, apabila ingin membeli lampu tidur harganya
bervariasi dan mulai dari yang menengah sampai mahal sekalipun. Lampu kawat ini
merupakan lampu yang paman saya buat dan saya ikut membantu pada proses
pembuatan produk tersebut pada beberapa bulan yang lalu. Lampu ini berguna
sebagai lampu tidur dengan menggunakan bahan-bahan seperti:
·
Kawat tebal yang
telah tidak digunakan
·
Kasa kawat tebal
yang tidak terpakai
·
Pitting bekas
(dudukan lampu) yang tidak terpakai
·
Bahan Perekat
(lem)
·
Kabel bekas
·
Steker bekas
·
Bohlam lampu
Produk ini dibuat
dengan pertama-tama dengan membuat kasa kawat tebal 1 lembar digulung melingkar
sehingga membentuk tabung dan telat disesuaikan terlebih dahulu dengan pitting
bekas lalu dililitkan oleh kawat tebal dan diberi perekat (lem). Setelah itu
pada pitting diberikan (dipasang) bohlam lampu dan tutup dengan kasa kawat
melingkar tadi. Kasa kawat dan pitting tidak diberi perekat agar mempermudah
penggantian bohlam.
Penguraian dari
bahan seperti kawat, pitting lampu, kabel, steker yang berbahan dasar plastik
yang merupakan produk dari hasil olahan minyak bumi memerlukan waktu ribuan
tahun, bahkan jutaan tahun untuk terurai. Maka dari itu, memanfaatkan kembali
bahan bekas yang ada dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Untuk menunjang
produk EcoDesign tersebut dapat
diberikan:
·
Penggunaan bohlam
lampu dengan watt yang kecil dan tahan lama (seperti LED) dapat mengurangi
penggunaan listrik yang berlebih dan mengurangi penggunaan atau pergantian
bohlam lampu secara terus-menerus
·
Memberikan timer atau
sensor pada lampu tersebut agar di saat pagi hari lampu akan otomatis mati
sehingga menghemat energi dan listrik yang dikeluarkan
·
Memberikan alat
untuk mengatur intensitas cahaya dengan bahan ramah lingkungan, agar memberikan
kenyamanan dan mengurangi energi yang digunakan sehingga tidak memerlukan
listrik yang besar sehingga lebih ramah lingkungan
2. Kantong Plastik Ramah Lingkungan
Biodegradable plastik adalah plastik
yang akan terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme. Biodegradasi dari
plastik dapat dicapai dengan mengaktifkan mikroorganisme di lingkungan untuk
memetabolisme struktur molekul film plastik. Sedangkan
sudah ada dua jenis kantong plastik degradable yang ada saat ini, yaitu kantong
plastik ecoplas dan kantong plastik oxo-degradable. Kantong ecoplas adalah
kantong plastik yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan kantong plastik
oxo-degradable adalah kantong plastik dari bahan biasa dengan penambahan zat
adiktif yang dapat mempercepat proses oksidasi kantong plastik tersebut.
Kantong plastik ecoplas berasal dari bahan baku tepung,
sedangkan di Indonesia kantong plastik ecoplas lebih banyak berasal dari
singkong. Kantong plastik ecoplas yang berasal dari singkong dijual dengan
harga hanya 120%-130% dari harga plastik biasa, harga keekonomian ini masih bisa
diturunkan jika produksi dilakukan secara massal.
Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik
meskipun sudah terbilang ramah lingkungan, sebaiknya dilakukan beberapa
hal, yaitu:
·
Dikembangkan lagi bahan dasar dari pembuatan kantong
plastik berbahan dasar nabati yang dapat mengurai kantong plastik tersebut
lebih cepat.
·
Meskipun kantong plastik ini lebih ramah
lingkungan disbanding kantong plastik biasa, sebaiknya mengurangi
penggunaannya. Seperti memberikan suatu gambar (dengan tinta cetak yang ramah
lingkungan juga) pada kantong plastik tersebut dibuat seolah-olah kita sedang
menyakiti hewan ataupun makhluk hidup di setiap penggunaan kantong plastik.
Sehingga kita merasa malu untuk menggunakan kantong plastik saat berbelanja,
sehingga masyarakat akan beralih menggunakan tas belanja dibandingkan kantong plastik.

