Senin, 28 November 2016

Nama: Rizky Dinar Kusumadewi
NIM: 1201160245
Kelas: TI-40-10
Fakultas: Fakultas Rekayasa Industri
Mata Kuliah: Ekologi Industri yang diampu oleh Abdul Malik Firdaus, S.Kel.,M.I.L


EKOLOGI INDUSTRI
PRODUK BERBASIS ECODESIGN


Ecodesign adalah pendekatan design produk suatu benda dengan memperhatikan dampak menyeluruh terhadap lingkungan selama daur hidup benda tersebut sehingga penggunaannya bisa berkelanjutan.
Konsep EcoDesign saat ini memiliki pengaruh yang besar dari banyak aspek, dari desain, damoaj dari pemanasan global dan peningkatan emisi CO2 yang menyebabkan perusahaan-perusahaan maupun perorangan menjadi lebih sadar lingkungan. EcoDesign ini menggunakan bahan-bahan seperti EcoMaterials.
EcoMaterials adalah penggunaan bahan baku local dan mengurangi biaya lingkungan dari pengiriman, konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang dihasilkan transportasi. EcoMaterials ini dapat menggunakan pula limbah atau suatu bahan yang telah dibuang atau tidak digunakan lagi tetapi tidak berbahaya.

Seperti contoh:

1  1.  Lampu Kawat

Terkadang di saat kita ingin tidur, kita menginginkan cahaya yang minim, apabila ingin membeli lampu tidur harganya bervariasi dan mulai dari yang menengah sampai mahal sekalipun. Lampu kawat ini merupakan lampu yang paman saya buat dan saya ikut membantu pada proses pembuatan produk tersebut pada beberapa bulan yang lalu. Lampu ini berguna sebagai lampu tidur dengan menggunakan bahan-bahan seperti:
·         Kawat tebal yang telah tidak digunakan
·         Kasa kawat tebal yang tidak terpakai
·         Pitting bekas (dudukan lampu) yang tidak terpakai
·         Bahan Perekat (lem)
·         Kabel bekas
·         Steker bekas
·         Bohlam lampu
Produk ini dibuat dengan pertama-tama dengan membuat kasa kawat tebal 1 lembar digulung melingkar sehingga membentuk tabung dan telat disesuaikan terlebih dahulu dengan pitting bekas lalu dililitkan oleh kawat tebal dan diberi perekat (lem). Setelah itu pada pitting diberikan (dipasang) bohlam lampu dan tutup dengan kasa kawat melingkar tadi. Kasa kawat dan pitting tidak diberi perekat agar mempermudah penggantian bohlam.

Penguraian dari bahan seperti kawat, pitting lampu, kabel, steker yang berbahan dasar plastik yang merupakan produk dari hasil olahan minyak bumi memerlukan waktu ribuan tahun, bahkan jutaan tahun untuk terurai. Maka dari itu, memanfaatkan kembali bahan bekas yang ada dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Untuk menunjang produk EcoDesign tersebut dapat diberikan:
·         Penggunaan bohlam lampu dengan watt yang kecil dan tahan lama (seperti LED) dapat mengurangi penggunaan listrik yang berlebih dan mengurangi penggunaan atau pergantian bohlam lampu secara terus-menerus
·         Memberikan timer atau sensor pada lampu tersebut agar di saat pagi hari lampu akan otomatis mati sehingga menghemat energi dan listrik yang dikeluarkan
·         Memberikan alat untuk mengatur intensitas cahaya dengan bahan ramah lingkungan, agar memberikan kenyamanan dan mengurangi energi yang digunakan sehingga tidak memerlukan listrik yang besar sehingga lebih ramah lingkungan



2. Kantong Plastik Ramah Lingkungan
Biodegradable plastik adalah plastik yang akan terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme. Biodegradasi dari plastik dapat dicapai dengan mengaktifkan mikroorganisme di lingkungan untuk memetabolisme struktur molekul film plastik. Sedangkan sudah ada dua jenis kantong plastik degradable yang ada saat ini, yaitu kantong plastik ecoplas dan kantong plastik oxo-degradable. Kantong ecoplas adalah kantong plastik yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan kantong plastik oxo-degradable adalah kantong plastik dari bahan biasa dengan penambahan zat adiktif yang dapat mempercepat proses oksidasi kantong plastik tersebut.
Kantong plastik ecoplas berasal dari bahan baku tepung, sedangkan di Indonesia kantong plastik ecoplas lebih banyak berasal dari singkong. Kantong plastik ecoplas yang berasal dari singkong dijual dengan harga hanya 120%-130% dari harga plastik biasa, harga keekonomian ini masih bisa diturunkan jika produksi dilakukan secara massal.
Untuk  mengurangi penggunaan kantong plastik meskipun sudah terbilang ramah lingkungan, sebaiknya dilakukan beberapa hal,  yaitu:
·         Dikembangkan lagi bahan dasar dari pembuatan kantong plastik berbahan dasar nabati yang dapat mengurai kantong plastik tersebut lebih cepat.

·         Meskipun kantong plastik ini lebih ramah lingkungan disbanding kantong plastik biasa, sebaiknya mengurangi penggunaannya. Seperti memberikan suatu gambar (dengan tinta cetak yang ramah lingkungan juga) pada kantong plastik tersebut dibuat seolah-olah kita sedang menyakiti hewan ataupun makhluk hidup di setiap penggunaan kantong plastik. Sehingga kita merasa malu untuk menggunakan kantong plastik saat berbelanja, sehingga masyarakat akan beralih menggunakan tas belanja dibandingkan kantong plastik.